Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kota Jambi » Bandara Sultan Thaha: Upaya Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan

Bandara Sultan Thaha: Upaya Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan

  • account_circle transjambi
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh :Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
Guru Besar Universitas Jambi, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Jambi
Dalam ekonomi modern, jarak tidak lagi diukur oleh kilometer, tetapi oleh konektivitas. Daerah yang terhubung dengan dunia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, wisatawan, teknologi, dan talenta. Sebaliknya, daerah yang konektivitasnya terbatas akan menghadapi biaya ekonomi yang lebih tinggi dan kehilangan banyak peluang pembangunan. Oleh karena itu, pembahasan mengenai peningkatan status Bandara Sultan Thaha Jambi menjadi bandara internasional sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan sektor transportasi. Isu ini menyangkut arah pembangunan Jambi dalam beberapa dekade mendatang.
Sayangnya, pemikiran strategis ini tampaknya mulai luput dari perhatian publik. Wacana mengenai Bandara Internasional Sultan Thaha pernah menjadi topik penting dalam berbagai forum pembangunan daerah. Namun dalam beberapa tahun terakhir, gaungnya semakin jarang terdengar. Perhatian masyarakat lebih banyak terserap pada berbagai persoalan jangka pendek, sementara agenda besar yang dapat menentukan posisi Jambi di masa depan perlahan tenggelam dari ruang diskusi publik. Padahal, justru ketika persaingan antardaerah semakin ketat dan visi Indonesia Emas 2045 semakin dekat, isu konektivitas internasional seharusnya semakin mengemuka, bukan semakin menghilang.

Kondisi tersebut patut disayangkan karena posisi Jambi sesungguhnya sangat strategis. Secara geografis, provinsi ini berada di jantung Pulau Sumatera. Di sebelah utara terdapat Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang melayani penerbangan internasional. Di sebelah barat berdiri Bandara Internasional Minangkabau di Sumatera Barat. Di sebelah selatan terdapat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Kepulauan Riau memiliki Bandara Hang Nadim Batam yang menjadi salah satu gerbang internasional utama Indonesia. Sementara itu, Sumatera Utara memiliki Bandara Kualanamu yang berkembang menjadi hub penerbangan internasional kawasan barat Indonesia. Di tengah kawasan tersebut, Jambi justru menjadi satu-satunya provinsi yang belum memiliki bandara internasional aktif.
Keadaan ini menimbulkan pertanyaan yang layak diajukan secara kritis. Apakah Jambi memang tidak membutuhkan bandara internasional? Ataukah selama ini kebutuhan tersebut belum diperjuangkan secara optimal? Pertanyaan ini penting karena sejarah pembangunan menunjukkan bahwa banyak proyek strategis tidak terwujud bukan karena daerah tidak membutuhkannya, melainkan karena agenda tersebut kehilangan momentum dan tidak diperjuangkan secara konsisten.

Secara ekonomi, argumentasi mengenai pentingnya konektivitas internasional semakin kuat. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi telah melampaui Rp300 triliun per tahun. Struktur ekonominya ditopang oleh sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa. Jambi merupakan salah satu produsen utama kelapa sawit, karet, pinang, serta berbagai komoditas ekspor lainnya. Pada saat yang sama, pemerintah pusat dan daerah terus mendorong hilirisasi agar daerah ini tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi.

Urgensi tersebut semakin nyata apabila melihat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Bandara Sultan Thaha melayani lebih dari satu juta penumpang setiap tahun dan menjadi simpul utama pergerakan manusia dan barang di Provinsi Jambi. Ribuan jamaah haji diberangkatkan setiap tahun melalui Embarkasi Haji Jambi. Jumlah jamaah umrah bahkan mencapai puluhan ribu orang dalam berbagai musim keberangkatan. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap konektivitas internasional bukan lagi sekadar proyeksi masa depan, melainkan kebutuhan nyata yang mulai dirasakan saat ini.
Namun persoalan yang sering luput dibahas bukan hanya manfaat yang akan diperoleh apabila Jambi memiliki bandara internasional.

Persoalan yang lebih penting adalah kerugian yang terus ditanggung karena fasilitas tersebut belum tersedia. Setiap investor yang harus melakukan perjalanan lebih panjang berarti tambahan biaya ekonomi. Setiap wisatawan yang memilih daerah lain karena akses yang lebih mudah berarti potensi pendapatan yang hilang. Setiap kegiatan bisnis, konferensi, maupun kerja sama internasional yang berpindah ke kota lain berarti kesempatan kerja yang tidak tercipta di Jambi. Dalam bahasa ekonomi, kondisi ini disebut sebagai opportunity cost, yaitu manfaat yang hilang akibat tidak tersedianya pilihan yang lebih baik.

Bandara internasional bukan sekadar tempat pesawat mendarat. Ia adalah tempat masa depan suatu daerah mulai lepas landas. Karena itu, pembahasan mengenai Bandara Sultan Thaha harus ditempatkan dalam perspektif pembangunan yang lebih luas. Daerah yang tidak terhubung dengan dunia bukan hanya kehilangan penerbangan, tetapi juga kehilangan peluang.
Argumen tersebut semakin kuat apabila dikaitkan dengan sektor pariwisata. Jambi memiliki berbagai destinasi yang sesungguhnya berkelas internasional. Kompleks Percandian Muaro Jambi merupakan situs percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara. Taman Nasional Kerinci Seblat telah diakui UNESCO sebagai bagian dari Warisan Dunia. Geopark Merangin sedang berproses menuju pengakuan global. Gunung Kerinci telah lama dikenal oleh komunitas pendaki internasional. Potensi wisata budaya Melayu Jambi juga sangat besar. Persoalannya bukan terletak pada kurangnya destinasi, tetapi pada keterbatasan akses menuju destinasi tersebut.

Dalam ekonomi pariwisata terdapat satu prinsip sederhana bahwa wisatawan tidak hanya membeli keindahan, tetapi juga membeli kemudahan. Pengalaman Sumatera Barat menunjukkan bagaimana Bandara Internasional Minangkabau memperkuat akses wisatawan dan investasi. Pekanbaru memperoleh manfaat dari konektivitas internasional yang menopang aktivitas bisnis dan perdagangan. Batam berkembang menjadi salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di Indonesia karena memiliki akses global yang kuat.
Pertanyaannya, mengapa daerah-daerah lain terus membuka pintu menuju dunia, sementara Jambi masih tertahan dalam keterbatasan yang sama selama bertahun-tahun?
Posisi Jambi sebagai embarkasi haji juga menjadi alasan penting mengapa status internasional perlu diperjuangkan. Setiap tahun ribuan jamaah haji dan puluhan ribu jamaah umrah harus melakukan perjalanan melalui daerah lain sebelum melanjutkan penerbangan internasional. Kondisi tersebut tidak hanya menambah biaya dan waktu perjalanan, tetapi juga mengurangi efisiensi pelayanan. Peningkatan status bandara akan membuka peluang penerbangan umrah langsung, penerbangan charter haji, maupun penerbangan regional ke berbagai negara Asia Tenggara yang memiliki hubungan ekonomi dan sosial yang kuat dengan Jambi.

Sektor pendidikan dan kesehatan juga akan memperoleh manfaat yang besar. Universitas Jambi dan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi terus memperluas jejaring akademik internasional. Mobilitas dosen, peneliti, dan mahasiswa asing membutuhkan dukungan konektivitas yang baik. Pada saat yang sama, banyak masyarakat Jambi yang melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur atau Penang untuk memperoleh layanan kesehatan tertentu. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas internasional sudah ada. Yang belum tersedia adalah fasilitas yang mampu menjawab kebutuhan tersebut secara langsung dari Jambi.

Tentu harus diakui bahwa mewujudkan Bandara Sultan Thaha sebagai bandara internasional bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesiapan infrastruktur, fasilitas imigrasi, karantina dan kepabeanan, sistem keamanan penerbangan, dukungan pemerintah pusat, serta kepastian pasar yang memadai. Namun berbagai persyaratan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan perjuangan. Justru sebaliknya, persyaratan tersebut harus menjadi dasar untuk membangun argumentasi yang semakin kuat.

Persoalan yang sesungguhnya bukan apakah Jambi mampu memenuhi berbagai persyaratan tersebut. Persoalannya adalah apakah terdapat kemauan kolektif yang cukup kuat untuk memperjuangkannya secara konsisten. Banyak daerah berhasil memperoleh proyek strategis nasional bukan karena lebih kaya atau lebih besar, melainkan karena memiliki kemampuan membangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Dalam banyak kasus, pembangunan tidak selalu dimenangkan oleh daerah yang paling membutuhkan, tetapi oleh daerah yang paling gigih memperjuangkan kebutuhannya.

Dalam perspektif Indonesia Emas 2045, isu ini menjadi semakin relevan. Indonesia Emas tidak akan lahir hanya dari Jakarta, Surabaya, atau Medan. Indonesia Emas akan lahir ketika daerah-daerah seperti Jambi mampu tumbuh menjadi pusat pertumbuhan baru yang terhubung dengan dunia. Pertanyaan sesungguhnya bukan apakah Jambi membutuhkan bandara internasional hari ini. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah Jambi dapat menjadi pemain utama dalam peta ekonomi Sumatera tahun 2045 tanpa konektivitas internasional yang memadai.
Pada akhirnya, yang sedang diperjuangkan bukanlah status sebuah bandara. Yang sedang diperjuangkan adalah masa depan Jambi. Setiap tahun yang berlalu tanpa konektivitas internasional adalah tahun ketika peluang investasi, wisatawan, perdagangan, dan kesempatan kerja berpotensi berpindah ke daerah lain. Ketika daerah-daerah lain membuka pintu menuju dunia, Jambi tidak boleh terus berdiri di ruang tunggu pembangunan. Sebab dalam ekonomi modern, daerah yang tidak terhubung dengan dunia bukan hanya kehilangan penerbangan, tetapi juga kehilangan peluang. Membuka langit Jambi sesungguhnya adalah membuka jalan bagi generasi mendatang untuk terbang lebih tinggi. Perjuangan untuk itu tidak boleh lagi ditunda.

  • Penulis: transjambi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Merangin Launching ‘Stunting Talkshow’

    Pemkab Merangin Launching ‘Stunting Talkshow’

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle transjambi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Transjambinews ,Merangin- Tayang Perdana Host Ketua TPPS Merangin Fajarman, Langsung Viral bangko-Pemkab Merangin melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Merangin, melaunching sebuah acara menarik bertajuk ‘Stunting Talkshow, di Coffee Corner Bappeda Kabupaten Merangin, Jumat (24/1). Acara berbentuk Podcast tersebut, diluncurkan guna percepatan penurunan angka Stanting di Kabupaten Merangin. ‘Stunting Talkshow’, pada setiap tayangnya menghadirkan narasumber […]

  • Gubernur Jambi Al Haris Temui Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Bahas Rencana Hibah ANHA Untuk Kelola Danau Sipin

    Gubernur Jambi Al Haris Temui Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Bahas Rencana Hibah ANHA Untuk Kelola Danau Sipin

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle transjambi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Tjnews,Jakarta – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Ir. Rachman Arief Dienaputra, M.Eng di Jakarta, Kamis (15/05/25). Dalam keterangannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah membahas rencana hibah dari ANHA Industry sebuah perusahaan Korea. Bantuan tersebut mencakup pemetaan […]

  • Tim Restic Polres Bungo Berhasil Amankan Bandar Narkoba Yang Hendak Lakukan Transaksi

    Tim Restic Polres Bungo Berhasil Amankan Bandar Narkoba Yang Hendak Lakukan Transaksi

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle transjambi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo– Seorang terduga bandar Narkoba ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bungo di wilayah Kecamatan Bungo Dani, Kelurahan Sungai Pinang, Kabupaten Bungo, Jambi, pada Sabtu (21/5/2022) sekira pukul 17.45 WIB. Berdasarkan informasi tersebut Tim Opsnal melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut. Tepat pada tanggal (21/05/2022) sekira pukul 17 : 30 wib Tim opsnal melakukan penangkapan terhadap bandar […]

  • DPRD Bersama Pemkab Bungo Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Ranperda Anggaran Belanja Daerah TA 2024

    DPRD Bersama Pemkab Bungo Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Ranperda Anggaran Belanja Daerah TA 2024

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle transjambi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Kabupaten Bungo menggelar rapat Paripurna penyampaian kata akhir fraksi DPRD Kabupaten Bungo Terhadap Nota Keuangan Dan Ranperda tentang perubahan anggaran pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2023. Rapat ini berlangsung di Ruang paripurna DPRD Bungo, yang di pimpin secara langsung Wakil Ketua I DPRD Bungo Jumiwan […]

  • Satgas TMMD Bangkitkan Semangat Petani,Melalui Kegiatan Penyuluhan Pertanian

    Satgas TMMD Bangkitkan Semangat Petani,Melalui Kegiatan Penyuluhan Pertanian

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle transjambi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Tjnews,Tebo – Satgas TMMD ke-112 Kodim 0416 Bungo Tebo, kembali menggelar penyuluhan pertanian kepada petani yang di Kelurahan Sungai Bengkal, kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, di kantor Camat Tebo Ilir, Rabu (22/9/2021). Penyuluhan pertanian yang dilaksanakan satgas ini bertujuan agar masyarakat memahami serta ikut berperan bersama-sama dengan program di lokasi TMMD ke-112 Kodim 0416/Bungo Tebo. […]

  • Peresmian Gedung Baru Universitas Muara Bungo(UMB)Berlangsung Sukses dan Meriah

    Peresmian Gedung Baru Universitas Muara Bungo(UMB)Berlangsung Sukses dan Meriah

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle transjambi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Tjnews,BUNGO – Gedung baru nan megah berlantai 3 milik Universitas Muara Bungo ( UMB ) telah resmi dibuka oleh gubernur Jambi, bertempat di gedung baru kampus UMB, sungai Binjai, kabupaten Bungo, Rabu ( 15/05/2024 ), kegiatan tersebut berlangsung sukses. Acara peresmian di hadiri oleh perwakilan Gubernur Jambi, Bapak Bupati Bungo Mashuri SP ME, Pembina Yayasan […]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

expand_less