Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kota Jambi » Bandara Sultan Thaha: Upaya Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan

Bandara Sultan Thaha: Upaya Membuka Langit Jambi, Membuka Masa Depan

  • account_circle transjambi
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh :Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
Guru Besar Universitas Jambi, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Jambi
Dalam ekonomi modern, jarak tidak lagi diukur oleh kilometer, tetapi oleh konektivitas. Daerah yang terhubung dengan dunia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, wisatawan, teknologi, dan talenta. Sebaliknya, daerah yang konektivitasnya terbatas akan menghadapi biaya ekonomi yang lebih tinggi dan kehilangan banyak peluang pembangunan. Oleh karena itu, pembahasan mengenai peningkatan status Bandara Sultan Thaha Jambi menjadi bandara internasional sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan sektor transportasi. Isu ini menyangkut arah pembangunan Jambi dalam beberapa dekade mendatang.
Sayangnya, pemikiran strategis ini tampaknya mulai luput dari perhatian publik. Wacana mengenai Bandara Internasional Sultan Thaha pernah menjadi topik penting dalam berbagai forum pembangunan daerah. Namun dalam beberapa tahun terakhir, gaungnya semakin jarang terdengar. Perhatian masyarakat lebih banyak terserap pada berbagai persoalan jangka pendek, sementara agenda besar yang dapat menentukan posisi Jambi di masa depan perlahan tenggelam dari ruang diskusi publik. Padahal, justru ketika persaingan antardaerah semakin ketat dan visi Indonesia Emas 2045 semakin dekat, isu konektivitas internasional seharusnya semakin mengemuka, bukan semakin menghilang.

Kondisi tersebut patut disayangkan karena posisi Jambi sesungguhnya sangat strategis. Secara geografis, provinsi ini berada di jantung Pulau Sumatera. Di sebelah utara terdapat Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang melayani penerbangan internasional. Di sebelah barat berdiri Bandara Internasional Minangkabau di Sumatera Barat. Di sebelah selatan terdapat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Kepulauan Riau memiliki Bandara Hang Nadim Batam yang menjadi salah satu gerbang internasional utama Indonesia. Sementara itu, Sumatera Utara memiliki Bandara Kualanamu yang berkembang menjadi hub penerbangan internasional kawasan barat Indonesia. Di tengah kawasan tersebut, Jambi justru menjadi satu-satunya provinsi yang belum memiliki bandara internasional aktif.
Keadaan ini menimbulkan pertanyaan yang layak diajukan secara kritis. Apakah Jambi memang tidak membutuhkan bandara internasional? Ataukah selama ini kebutuhan tersebut belum diperjuangkan secara optimal? Pertanyaan ini penting karena sejarah pembangunan menunjukkan bahwa banyak proyek strategis tidak terwujud bukan karena daerah tidak membutuhkannya, melainkan karena agenda tersebut kehilangan momentum dan tidak diperjuangkan secara konsisten.

Secara ekonomi, argumentasi mengenai pentingnya konektivitas internasional semakin kuat. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi telah melampaui Rp300 triliun per tahun. Struktur ekonominya ditopang oleh sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa. Jambi merupakan salah satu produsen utama kelapa sawit, karet, pinang, serta berbagai komoditas ekspor lainnya. Pada saat yang sama, pemerintah pusat dan daerah terus mendorong hilirisasi agar daerah ini tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi.

Urgensi tersebut semakin nyata apabila melihat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Bandara Sultan Thaha melayani lebih dari satu juta penumpang setiap tahun dan menjadi simpul utama pergerakan manusia dan barang di Provinsi Jambi. Ribuan jamaah haji diberangkatkan setiap tahun melalui Embarkasi Haji Jambi. Jumlah jamaah umrah bahkan mencapai puluhan ribu orang dalam berbagai musim keberangkatan. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap konektivitas internasional bukan lagi sekadar proyeksi masa depan, melainkan kebutuhan nyata yang mulai dirasakan saat ini.
Namun persoalan yang sering luput dibahas bukan hanya manfaat yang akan diperoleh apabila Jambi memiliki bandara internasional.

Persoalan yang lebih penting adalah kerugian yang terus ditanggung karena fasilitas tersebut belum tersedia. Setiap investor yang harus melakukan perjalanan lebih panjang berarti tambahan biaya ekonomi. Setiap wisatawan yang memilih daerah lain karena akses yang lebih mudah berarti potensi pendapatan yang hilang. Setiap kegiatan bisnis, konferensi, maupun kerja sama internasional yang berpindah ke kota lain berarti kesempatan kerja yang tidak tercipta di Jambi. Dalam bahasa ekonomi, kondisi ini disebut sebagai opportunity cost, yaitu manfaat yang hilang akibat tidak tersedianya pilihan yang lebih baik.

Bandara internasional bukan sekadar tempat pesawat mendarat. Ia adalah tempat masa depan suatu daerah mulai lepas landas. Karena itu, pembahasan mengenai Bandara Sultan Thaha harus ditempatkan dalam perspektif pembangunan yang lebih luas. Daerah yang tidak terhubung dengan dunia bukan hanya kehilangan penerbangan, tetapi juga kehilangan peluang.
Argumen tersebut semakin kuat apabila dikaitkan dengan sektor pariwisata. Jambi memiliki berbagai destinasi yang sesungguhnya berkelas internasional. Kompleks Percandian Muaro Jambi merupakan situs percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara. Taman Nasional Kerinci Seblat telah diakui UNESCO sebagai bagian dari Warisan Dunia. Geopark Merangin sedang berproses menuju pengakuan global. Gunung Kerinci telah lama dikenal oleh komunitas pendaki internasional. Potensi wisata budaya Melayu Jambi juga sangat besar. Persoalannya bukan terletak pada kurangnya destinasi, tetapi pada keterbatasan akses menuju destinasi tersebut.

Dalam ekonomi pariwisata terdapat satu prinsip sederhana bahwa wisatawan tidak hanya membeli keindahan, tetapi juga membeli kemudahan. Pengalaman Sumatera Barat menunjukkan bagaimana Bandara Internasional Minangkabau memperkuat akses wisatawan dan investasi. Pekanbaru memperoleh manfaat dari konektivitas internasional yang menopang aktivitas bisnis dan perdagangan. Batam berkembang menjadi salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di Indonesia karena memiliki akses global yang kuat.
Pertanyaannya, mengapa daerah-daerah lain terus membuka pintu menuju dunia, sementara Jambi masih tertahan dalam keterbatasan yang sama selama bertahun-tahun?
Posisi Jambi sebagai embarkasi haji juga menjadi alasan penting mengapa status internasional perlu diperjuangkan. Setiap tahun ribuan jamaah haji dan puluhan ribu jamaah umrah harus melakukan perjalanan melalui daerah lain sebelum melanjutkan penerbangan internasional. Kondisi tersebut tidak hanya menambah biaya dan waktu perjalanan, tetapi juga mengurangi efisiensi pelayanan. Peningkatan status bandara akan membuka peluang penerbangan umrah langsung, penerbangan charter haji, maupun penerbangan regional ke berbagai negara Asia Tenggara yang memiliki hubungan ekonomi dan sosial yang kuat dengan Jambi.

Sektor pendidikan dan kesehatan juga akan memperoleh manfaat yang besar. Universitas Jambi dan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi terus memperluas jejaring akademik internasional. Mobilitas dosen, peneliti, dan mahasiswa asing membutuhkan dukungan konektivitas yang baik. Pada saat yang sama, banyak masyarakat Jambi yang melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur atau Penang untuk memperoleh layanan kesehatan tertentu. Fakta tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas internasional sudah ada. Yang belum tersedia adalah fasilitas yang mampu menjawab kebutuhan tersebut secara langsung dari Jambi.

Tentu harus diakui bahwa mewujudkan Bandara Sultan Thaha sebagai bandara internasional bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kesiapan infrastruktur, fasilitas imigrasi, karantina dan kepabeanan, sistem keamanan penerbangan, dukungan pemerintah pusat, serta kepastian pasar yang memadai. Namun berbagai persyaratan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan perjuangan. Justru sebaliknya, persyaratan tersebut harus menjadi dasar untuk membangun argumentasi yang semakin kuat.

Persoalan yang sesungguhnya bukan apakah Jambi mampu memenuhi berbagai persyaratan tersebut. Persoalannya adalah apakah terdapat kemauan kolektif yang cukup kuat untuk memperjuangkannya secara konsisten. Banyak daerah berhasil memperoleh proyek strategis nasional bukan karena lebih kaya atau lebih besar, melainkan karena memiliki kemampuan membangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Dalam banyak kasus, pembangunan tidak selalu dimenangkan oleh daerah yang paling membutuhkan, tetapi oleh daerah yang paling gigih memperjuangkan kebutuhannya.

Dalam perspektif Indonesia Emas 2045, isu ini menjadi semakin relevan. Indonesia Emas tidak akan lahir hanya dari Jakarta, Surabaya, atau Medan. Indonesia Emas akan lahir ketika daerah-daerah seperti Jambi mampu tumbuh menjadi pusat pertumbuhan baru yang terhubung dengan dunia. Pertanyaan sesungguhnya bukan apakah Jambi membutuhkan bandara internasional hari ini. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah Jambi dapat menjadi pemain utama dalam peta ekonomi Sumatera tahun 2045 tanpa konektivitas internasional yang memadai.
Pada akhirnya, yang sedang diperjuangkan bukanlah status sebuah bandara. Yang sedang diperjuangkan adalah masa depan Jambi. Setiap tahun yang berlalu tanpa konektivitas internasional adalah tahun ketika peluang investasi, wisatawan, perdagangan, dan kesempatan kerja berpotensi berpindah ke daerah lain. Ketika daerah-daerah lain membuka pintu menuju dunia, Jambi tidak boleh terus berdiri di ruang tunggu pembangunan. Sebab dalam ekonomi modern, daerah yang tidak terhubung dengan dunia bukan hanya kehilangan penerbangan, tetapi juga kehilangan peluang. Membuka langit Jambi sesungguhnya adalah membuka jalan bagi generasi mendatang untuk terbang lebih tinggi. Perjuangan untuk itu tidak boleh lagi ditunda.

  • Penulis: transjambi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Merangin Apresiasi dan Sambut Baik Atas Dilaksanakan High Level Meeting, Tim P2DD di Gedung Mahligai Bank 9 Jambi

    Bupati Merangin Apresiasi dan Sambut Baik Atas Dilaksanakan High Level Meeting, Tim P2DD di Gedung Mahligai Bank 9 Jambi

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle transjambi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Transjambinews, Merangin– Bupati Merangin H M Syukur sangat mengapresiasi percepatan dan perluasan digitalisasi di kabupaten/kota di Provinsi Jambi, guna mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transformasi tata kelola keuangan daerah. Hal tersebut disampaikan bupati usai menghadiri acara High Level meeting dan Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Kerja Provinsi Jambi, di Mahligai Bank […]

  • Bahagianya Warga SP 1 Trans Marigeh Sungai Telang Dikunjungi Dedy Putra

    Bahagianya Warga SP 1 Trans Marigeh Sungai Telang Dikunjungi Dedy Putra

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle transjambi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo – Calon Bupati Bungo nomor urut 1, H Dedy Putra, S.H., M.Kn semakin intens mengunjungi masyarakat hingga ke pelosok dusun. Kali ini mantan anggota DPRD Bungo dan Provinsi Jambi tersebut menyambangi wilayah transmigrasi di Kecamatan Bathin III Ulu, yakni SP 1 Trans Marigeh dan SP 2 Dusun Sungai Telang, Minggu (20/10/2024). Warga setempat mengaku […]

  • Masa Jabatan Diperpanjang Dua Tahun,Ari Harianto Rio Kuamang Jaya Akan Berbenah Dusun Lebih Baik Lagi

    Masa Jabatan Diperpanjang Dua Tahun,Ari Harianto Rio Kuamang Jaya Akan Berbenah Dusun Lebih Baik Lagi

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle transjambi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo-Kepala Desa ( Datuk Rio ) di Kabupaten Bungo terima Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan dua tahun dari Bupati Bungo, H. Mashuri, SP. ME , Senin (26/08/2024), bertempat di ruang aula kantor bupati bungo pada senin(26/08/24). Penyerahan ini menandai dimulainya masa jabatan kepala desa(Datuk Rio) yang kini diperpanjang dari sebelumnya 6 tahun menjadi 8 […]

  • Wabup Merangin H Abdul Khafid Buka Festival Memantai Adat di Rantau Panjang Tabir

    Wabup Merangin H Abdul Khafid Buka Festival Memantai Adat di Rantau Panjang Tabir

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle transjambi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Transjambinews, Merangin– Wabup Merangin H A Khafid Moein membuka agenda tahunan Festival Memantai Adat, di Gelanggang Mantai Adat Maho Danau Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Tabir, Selasa (25/2). Festival Memantai Adat tersebut, merupakan tradisi masyarakat Tabir memotong puluhan, bahkan sampai ratusan hewan ternak kerbau secara massal, dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H. ‘’Hari […]

  • Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional

    Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle transjambi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Tjnews,Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Tim basket pelajar Jambi resmi dilepas untuk mengikuti First Team Training Camp DBL Champion Jambi Independent. Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung di Ruang Pendopo Agung Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (20/4/2026) pagi. Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH secara langsung melepas keberangkatan para atlet. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan […]

  • Matangkan Persiapan Pelaksanaan MTQ,PLT.Camat Pelepat Syafrizal Melaksanakan Sholat Jumat dan Silahturahmi Bersama Masyarakat Dusun Sungai Beringin

    Matangkan Persiapan Pelaksanaan MTQ,PLT.Camat Pelepat Syafrizal Melaksanakan Sholat Jumat dan Silahturahmi Bersama Masyarakat Dusun Sungai Beringin

    • calendar_month Jumat, 5 Mei 2023
    • account_circle transjambi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo-PLT.Camat Pelepat melaksanakan  Sholat Jumat sekaligus silaturahmi bersama tokoh masyarakat Dusun Sungai Beringin dalam rangka persiapan pelaksaan MTQ Tingkat Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Jumat(05/05/23). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rio Dusun beringin,danramil,Babinsa,bhabinkamtibmas setempat serta tokoh masyarakat Dusun Beringin. Pada Kesempat itu Plt.Camat Pelepat Syafrizal,SE menyampaikan kegiatan tersebut melaksanakan sholat Jumat bersama masyarakat dusun juga sekaligus […]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

expand_less