Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kota Jambi » Penguatan Dana Desa Tematik Gizi: Fondasi Kesehatan Dari Akar Rumput

Penguatan Dana Desa Tematik Gizi: Fondasi Kesehatan Dari Akar Rumput

  • account_circle transjambi
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP
Akademisi UIN STS Jambi

Dalam upaya menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat, penguatan Dana Desa dengan pendekatan tematik gizi menjadi langkah strategis yang mendesak untuk diwujudkan. Dana Desa, yang selama ini menjadi instrumen pembangunan di tingkat akar rumput, perlu diarahkan lebih tajam untuk menjawab persoalan kesehatan yang paling mendasar: pemenuhan gizi ibu dan anak. Untuk itu, dibutuhkan langkah konkret yang dapat mengarahkan penggunaan Dana Desa secara lebih fokus dan berdampak langsung terhadap perbaikan gizi masyarakat.

Penguatan Dana Desa Tematik Gizi berarti mendorong setiap desa untuk mengalokasikan sebagian anggarannya secara khusus dan terukur untuk program-program peningkatan gizi. Mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil, penyediaan bibit tanaman bergizi di pekarangan rumah, pelatihan memasak sehat bagi keluarga, pembangunan sanitasi yang layak, hingga penguatan kapasitas kader posyandu, semua ini bisa diwadahi secara sistematis dalam kerangka dana tematik. Seluruh inisiatif tersebut bukan hanya berorientasi pada output kegiatan semata, tetapi memiliki makna strategis dalam mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Lebih dari sekadar belanja kegiatan, pendekatan ini membawa semangat keberpihakan. Ia menempatkan gizi sebagai fondasi pembangunan manusia, bukan sekadar urusan kesehatan semata. Apalagi, desa adalah ruang hidup pertama anak-anak tumbuh. Maka, perhatian terhadap gizi harus dimulai dari desa, ditopang oleh kebijakan yang progresif dan responsif. Pendekatan ini juga mengubah cara pandang pembangunan desa dari yang semula bersifat fisikal menjadi lebih holistik dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia. Dalam kerangka inilah, penguatan Dana Desa Tematik Gizi menjadi sangat relevan dan krusial untuk menjawab tantangan pembangunan manusia sejak dari tingkat tapak. Artinya, investasi pada perbaikan gizi melalui Dana Desa bukanlah upaya tambahan, melainkan bagian inti dari strategi pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan penguatan Dana Desa Tematik Gizi, pemerintah desa tidak hanya membangun jalan dan infrastruktur fisik, tetapi juga turut membangun masa depan generasi sehat, cerdas, dan tangguh. Karena sesungguhnya, pembangunan sejati dimulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar gizi dan kesehatan masyarakat. Konsistensi arah kebijakan ini tidak hanya terlihat di tingkat desa, tetapi juga mengemuka dalam agenda pembangunan nasional yang lebih luas.

Komitmen terhadap upaya ini juga tercermin dalam visi besar kepemimpinan nasional saat ini. Dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, persoalan stunting dan penguatan gizi dimasukkan secara eksplisit ke dalam Asta Cita ke 4, yakni “memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.” Salah satu program unggulan yang lahir dari visi ini adalah pemberian makan siang dan susu gratis bagi siswa serta bantuan gizi untuk ibu hamil dan balita, yang merupakan intervensi langsung untuk mengurangi prevalensi stunting. Artinya, dari tingkat pusat hingga desa, perhatian terhadap gizi anak dan ibu menjadi garis kebijakan yang konsisten.
Untuk memastikan agar arah kebijakan nasional tersebut terlaksana secara konkret hingga ke tingkat tapak, pemerintah telah menyusun regulasi yang berlapis dan terkoordinasi, yang memberikan pedoman teknis bagi desa dalam mengelola Dana Desa secara tematik guna mendukung intervensi gizi dan percepatan penurunan stunting, berbagai regulasi telah disusun secara bertingkat dan saling mendukung. Regulasi-regulasi ini memberikan dasar hukum, arah kebijakan, serta petunjuk teknis bagi penggunaan Dana Desa secara tematik untuk program gizi dan kesehatan masyarakat. Berikut adalah uraian berdasarkan levelnya:

Level Nasional: Arahan Presiden
Pada level tertinggi, Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting menjadi tonggak penting. Perpres ini menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan program nasional lintas sektor, yang harus dilakukan secara konvergen dari pusat hingga desa. Di dalamnya, desa disebut sebagai ujung tombak pelaksana, dengan tanggung jawab melaksanakan intervensi spesifik (seperti pemberian makanan tambahan) maupun intervensi sensitif (seperti sanitasi, air bersih, dan edukasi pengasuhan). Perpres ini memberi dasar kuat bagi desa untuk menjadi pelaku utama, bukan sekadar pelengkap kebijakan nasional.
Level Kementerian Keuangan: Pengelolaan Anggaran

Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 101/PMK.07/2020, pemerintah pusat memastikan bahwa Dana Desa dapat digunakan untuk mendanai program prioritas nasional, termasuk program kesehatan dan gizi masyarakat. PMK ini memberikan arahan teknis tentang penyaluran, penggunaan, dan pelaporan Dana Desa agar sesuai dengan program pembangunan manusia yang berkelanjutan. Di sinilah legitimasi fiskal program tematik gizi mendapatkan pijakan.
Level Kementerian Desa PDTT: Kebijakan Teknis dan Prioritas Penggunaan Dana Desa
Pada level teknis sektoral, Kementerian Desa PDTT menerbitkan beberapa regulasi kunci, antara lain:

• Permendesa No. 7 Tahun 2020, yang menjadi awal penguatan arah Dana Desa untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam hal pencegahan stunting.
• Permendesa No. 13 Tahun 2023, yang memberikan penekanan lebih tajam pada penggunaan Dana Desa untuk intervensi spesifik dan sensitif, penguatan data keluarga berisiko stunting, serta pelibatan masyarakat melalui rembug stunting dan edukasi keluarga.
• Terbaru, Permendesa No. 2 Tahun 2024 menegaskan bahwa minimal 20% Dana Desa dapat dialokasikan untuk ketahanan pangan dan gizi. Termasuk di dalamnya kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), pengembangan pangan lokal bergizi, hingga pelibatan kelembagaan ekonomi desa seperti BUMDes untuk mendukung keberlanjutan program.
Level Operasional Desa: Penerapan di Tingkat Tapak
Melalui berbagai regulasi di atas, desa kini memiliki kerangka hukum dan operasional yang jelas untuk menggunakan Dana Desa secara fokus pada penanganan gizi. Pemerintah desa bisa menyusun perencanaan pembangunan desa (RKP Desa) dan penganggaran (APBDes) dengan mengacu pada prioritas nasional tersebut. Pelibatan masyarakat melalui musyawarah desa, pemetaan keluarga risiko stunting, dan penguatan kapasitas kader menjadi bagian integral dari pelaksanaan kebijakan tematik ini
Dengan berlapisnya regulasi dari pusat hingga desa, maka penguatan Dana Desa Tematik Gizi bukanlah pilihan, melainkan amanat. Ia memberi ruang, kewenangan, dan dorongan moral kepada desa untuk memastikan bahwa setiap anak tumbuh sehat, cerdas, dan tidak terjebak dalam siklus kekurangan gizi. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan bahwa amanat regulasi ini dijalankan secara sungguh-sungguh, berkelanjutan, dan berpihak pada masa depan generasi. Di balik regulasi dan angka, ada wajah-wajah anak yang menanti gizi, perhatian, dan masa depan yang layak itulah alasan mengapa kebijakan ini tak boleh diabaikan.

Mengabaikan stunting berarti membiarkan masa depan bangsa kita tergerus perlahan. Karena itu, memperkuat Dana Desa Tematik Gizi bukanlah kebijakan biasa, melainkan keharusan moral. Pemerintah pusat telah membuka jalan melalui regulasi dan visi nasional, kini giliran pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan bersinergi mengeksekusinya dengan sungguh-sungguh. Generasi yang sehat tidak lahir dari janji, tetapi dari tindakan nyata yang dimulai hari ini di desa, di keluarga, dan dalam setiap asupan gizi yang menyertai tumbuh kembang anak-anak kita.

  • Penulis: transjambi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Provinsi Jambi Akan Menjadi Role Model Melalui Tim Khusus Percepatan Pembangunan Oleh Bappenas

    Provinsi Jambi Akan Menjadi Role Model Melalui Tim Khusus Percepatan Pembangunan Oleh Bappenas

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle transjambi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Tjnews,Jakarta (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH bersama para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi beserta jajaran melakukan audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmad Pambudy, Wakil Menteri Febrian Alphyanto Ruddyard beserta jajaran guna penguatan bagi Provinsi Jambi dalam membangun sinergi dan kolaborasi […]

  • Lepas Keberangkatan 97 Calon Jamaah Haji Ketanah Suci Begini Arahan Bupati Bungo Kepada CJH

    Lepas Keberangkatan 97 Calon Jamaah Haji Ketanah Suci Begini Arahan Bupati Bungo Kepada CJH

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • account_circle transjambi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo,Tahapan demi tahapan dalam pelaksanaan Manasik Haji yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bungo bersama Kementerian Agama telah memasuki tahap akhir, dimana CJH ( Calon Jama’ah Haji) asal Kabupaten Bungo sendiri pada hari senin (21/06/2022). Kembali melaksanakan Manasik Haji sekaligus pelepasan jama’ah calon haji Kabupaten Bungo tahun 2022. Bimbingan manasik haji & pelepasan Calon Jama’ah Haji bertempat […]

  • Pulang Bawa Piala,Kejurnas Adventure Off-road  Diswarnadwipa Nusantara Cirkuit Berjalan Dengan sukses

    Pulang Bawa Piala,Kejurnas Adventure Off-road Diswarnadwipa Nusantara Cirkuit Berjalan Dengan sukses

    • calendar_month Senin, 17 Okt 2022
    • account_circle transjambi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo-Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Adventure Offroad tahun 2022 di Suwarnadwipa Nusantara Circuit (SNC) kemarin, Sabtu – Minggu (15-16/12/2022) sukses digelar. Kejurnas yang dikemas dengan Bakti Sosial (Baksos) bagi anak-anak penderita stunting ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-77. Kegiatan ini dipelopori manajemen SNC Muara Bungo, IMI Pusat dan IMI Jambi, IOF Kabupaten Bungo […]

  • Pensiun Dari Polisi Owner Athaya Garden Maidani Resmi Bergabung Ke Partai Perindo

    Pensiun Dari Polisi Owner Athaya Garden Maidani Resmi Bergabung Ke Partai Perindo

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • account_circle transjambi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo-Owner Athaya Garden, Maidani, SE resmi berhenti secara hormat dari anggota Kepolisian RI. Dia sudah resmi dan kembali menjadi warga sipil per 31 desember 2022 yang lalu. Kendati demikian, sosok pemuda Batang Bungo yang agamais dan dikenal kedermawanannya ini sudah resmi bergabung dengan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Dia sudah menyatakan sikap bergabung dengan Perindo dihadapan […]

  • Hari Ketiga Lebaran, Gubernur Al Haris Tekankan Kekompakan Antar Bupati/Wali Kota

    Hari Ketiga Lebaran, Gubernur Al Haris Tekankan Kekompakan Antar Bupati/Wali Kota

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle transjambi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Tjnews,Bangko (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menekankan kekompakan antar Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi. Hal tersebut diungkapkannya saat acara Halal Bi Halal sekaligus Open House Gubernur Jambi bersama Bupati/ Wali Kota wilayah Jambi Barat, bertempat di Kediaman Pribadi Gubernur Al Haris, Rabu (02/04/2025). “Silaturahmi hangat terjalin dalam […]

  • Usai Terima Gelar Adat di Nalo Gedang Kapolres Roni Bersama PJ Bupati Merangin Serahkan 3000 Bibit Ikan dan Jagung

    Usai Terima Gelar Adat di Nalo Gedang Kapolres Roni Bersama PJ Bupati Merangin Serahkan 3000 Bibit Ikan dan Jagung

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle transjambi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Transjambinews, Merangin– Kapolres Merangin AKBP Roni Syahendra, S.H.,S.I.K.,M.Si dianugerahi gelar adat Hulu Balang Selingkung Negeri oleh Lembaga Adat Melayu Jambi Desa Nalo Gedang Kecamatan Nalo Tantan, Sabtu (01/02/25). Pemberian gelar adat itu, berlangsung pada acara Tasyukuran dan Silaturahmi tokoh masyarakat Nalo Tantan bersama Kapolres Merangin dan Ny Helga Roni balik ke dusun, di Lapangan SMP […]

expand_less
Exit mobile version