Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kota Jambi » TBC Tidak Akan Turun Tanpa Integrasi Data

TBC Tidak Akan Turun Tanpa Integrasi Data

  • account_circle transjambi
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yulfi Alfikri Noer S.IP., M. AP
Akademisi UIN STS Jambi

Target eliminasi Tuberkulosis (TBC) tahun 2030 telah ditegaskan melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Kerangka kebijakan secara normatif tidak bermasalah. Arah sudah jelas, instrumen tersedia dan mandat lintas sektor telah ditetapkan. Persoalan utama terletak pada implementasi, khususnya pada kegagalan membangun sistem yang terintegrasi dan berbasis satu data.
Secara nasional, skala masalah masih besar. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organization, Indonesia menghadapi sekitar 1,09 juta kasus TBC per tahun, dengan lebih dari 100 ribu kematian. Pada 2024, jumlah kasus yang berhasil ditemukan berada pada kisaran 856 ribu hingga 889 ribu kasus. Selisih antara estimasi dan temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian kasus masih berada di luar jangkauan sistem. Ini bukan sekadar deviasi statistik, melainkan indikasi struktural bahwa penemuan kasus belum berjalan menyeluruh.

Gambaran ini terlihat di tingkat daerah. Data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menunjukkan peningkatan penemuan kasus dari sekitar 3.600 kasus pada 2023 menjadi lebih dari 5.300 kasus pada 2024. Di sisi lain, rilis Dinas Kesehatan Kota Jambi yang dipublikasikan melalui ANTARA News mencatat 2.178 kasus dengan 163 kematian pada 2025 di satu wilayah. Kenaikan angka temuan tidak serta-merta menunjukkan perburukan situasi; hal ini lebih mencerminkan meningkatnya kapasitas deteksi. Namun, jika satu wilayah mencatat angka setinggi itu, maka secara logis beban riil di tingkat provinsi berpotensi lebih besar dari yang tercermin dalam data. Pada titik ini, under-detection menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan.
Perbandingan antara data administratif dan pendekatan epidemiologi memperjelas kesenjangan tersebut. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah kasus TBC yang tercatat di Provinsi Jambi hingga periode terbaru (2024–2025) berada pada kisaran beberapa ribu kasus per tahun, relatif konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, termasuk sekitar 5.308 kasus pada 2022. Namun, angka ini merupakan agregasi laporan fasilitas kesehatan, sehingga hanya merepresentasikan kasus yang berhasil ditemukan dan dilaporkan.
Jika mengacu pada estimasi World Health Organization dengan pendekatan insiden nasional, jumlah penderita TBC di Provinsi Jambi diperkirakan dapat mencapai lebih dari 13 ribu kasus per tahun. Perbandingan ini menunjukkan kesenjangan signifikan antara kasus yang ditemukan dan beban riil penyakit.

Dengan demikian, sebagian besar kasus TBC kemungkinan masih berada di luar sistem, tidak terdeteksi, tidak tercatat dan tidak tertangani. Persoalan utama bukan semata besarnya angka kasus, melainkan keterbatasan sistem dalam menemukan dan mengendalikan kasus secara menyeluruh. Kondisi ini menegaskan bahwa intensifikasi penemuan kasus dan penguatan integrasi data merupakan kebutuhan struktural yang tidak dapat ditunda.

Pada tataran implementasi, pendekatan penemuan kasus masih didominasi oleh passive case finding, di mana sistem menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Pendekatan ini terbatas dalam menjangkau populasi berisiko tinggi. Di sisi lain, implementasi Terapi Pencegahan TBC (TPT) belum optimal, sehingga peluang mencegah kasus baru belum dimanfaatkan secara maksimal. Dalam kombinasi kondisi tersebut, sebagian kasus tetap berada di luar jangkauan sistem sebagai missing cases, menunjukkan bahwa kasus belum sepenuhnya terdeteksi, tidak tercatat dan berpotensi terus menularkan penyakit di masyarakat.

Namun, persoalan tidak berhenti pada aspek deteksi. Struktur sistem penanggulangan TBC masih terfragmentasi. Integrasi data belum berjalan utuh. Peran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam memastikan validitas Nomor Induk Kependudukan (NIK) belum sepenuhnya terhubung dengan sistem kesehatan. Akibatnya, sebagian pasien tidak masuk dalam sistem pelaporan, tidak terhubung dengan bantuan sosial dan tidak terpantau dalam pengobatan.

Di sisi teknis, Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tersedia sebagai instrumen utama pencatatan dan pemantauan di daerah. Namun, efektivitasnya dibatasi oleh dua persoalan mendasar, keterbatasan sumber daya manusia dan keterlambatan input data. Petugas yang merangkap fungsi menyebabkan pelaporan tidak konsisten, sementara keterlambatan penginputan membuat data kehilangan nilai sebagai instrumen pengambilan keputusan yang tepat waktu. Dalam kondisi ini, data tidak lagi berfungsi sebagai alat pengendalian program, melainkan sekadar arsip administratif yang tertinggal dari dinamika lapangan.

Kelemahan lain terletak pada aspek deteksi. Intensifikasi penemuan kasus sangat bergantung pada ketersediaan alat diagnostik, khususnya Tes Cepat Molekuler (TCM). Ketimpangan distribusi alat dan kapasitas pemeriksaan menyebabkan sebagian kasus tetap tidak teridentifikasi, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
Dimensi sosial memperkuat kompleksitas persoalan. Pengobatan TBC yang berlangsung dalam jangka panjang membutuhkan stabilitas ekonomi pasien. Tanpa dukungan dari Dinas Sosial, risiko putus obat tetap tinggi. Keterhubungan dengan skema jaminan kesehatan seperti KIS, Jamkesda, dan BPJS Kesehatan menjadi prasyarat dasar.

Faktor lingkungan juga tidak dapat diabaikan. Hunian padat, ventilasi buruk dan sanitasi yang tidak layak merupakan determinan langsung penularan. Dalam konteks ini, peran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman menjadi bagian integral dari strategi pengendalian. Tanpa intervensi pada lingkungan, penanganan medis akan cenderung berulang.

Keterlibatan sektor non-pemerintah masih terbatas. Perusahaan dan kawasan industri belum sepenuhnya diintegrasikan dalam strategi penemuan kasus. Padahal, skrining TBC pada karyawan serta masyarakat di sekitar wilayah operasional merupakan instrumen efektif untuk menjangkau populasi produktif dengan mobilitas tinggi.
Seluruh persoalan tersebut bermuara pada satu kesimpulan structural, ketiadaan integrasi lintas sektor yang berbasis satu data. Selama data kependudukan, data kesehatan, data sosial, dan data permukiman berjalan dalam sistem yang terpisah, intervensi akan terus parsial dan tidak sinkron. Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan bukan sekadar koordinasi administratif, melainkan mekanisme lintas sektor yang bekerja secara sistematis, terukur, dan berbasis indikator kinerja dengan satu rujukan data yang sama sebagai dasar pengambilan keputusan.
Tanpa integrasi yang nyata, data akan tetap terfragmentasi, kasus akan tetap tersembunyi, dan intervensi akan terus kehilangan sasaran. Target eliminasi tidak akan gagal karena kekurangan program, melainkan karena kegagalan sistem dalam bekerja sebagai satu kesatuan.

  • Penulis: transjambi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senyum Warga Batang Asai Sambut Jalan Baru, Gubernur Al Haris Resmikan Akses Impian 88 Kilometer

    Senyum Warga Batang Asai Sambut Jalan Baru, Gubernur Al Haris Resmikan Akses Impian 88 Kilometer

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle transjambi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Tjnews,Batang Asai (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menandatangani prasasti peresmian Jalan Simpang Pelawan–Batang Asai sepanjang lebih kurang 88 kilometer. Penandatanganan dilaksanakan di Masjid Jami’ Al Muhajirin, Pasar Gerabak, Desa Pekan Gedang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Jumat (27/02/2026). Peresmian tersebut menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Batang Asai yang […]

  • DPC PPP Bungo Sukses Gelar Muscab Ke-IX,Sekaligus Beri Bantuan Paket Sembako

    DPC PPP Bungo Sukses Gelar Muscab Ke-IX,Sekaligus Beri Bantuan Paket Sembako

    • calendar_month Minggu, 31 Okt 2021
    • account_circle transjambi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Tjnews,Bungo-Dengan Bertajuk Tema “Jalan Pulang Menuju Ka’bah” Dewan pimpinan cabang Partai persatuan pembangunan Kabupaten Bungo ( DPC PPP) Bungo menggelar musyawarah cabang (Muscab)Ke IX muscab DPC PPP Bungo di gelar di Ballroom Hotel Swarnabhumi, Kabupaten Bungo, Minggu (31/10/2021). Hadir dalam kesempatan tersebut dewan pembina partai Politik Bungo H.Mashuri.SP.ME, Ketua DPW PPP Provinsi Jambi M.Fadhil Arief, […]

  • Siddiq Training Center(STC) Beri Pelatihan Teknologi Desain Canva Untuk Guru PAUD Se-Kabupaten Bungo

    Siddiq Training Center(STC) Beri Pelatihan Teknologi Desain Canva Untuk Guru PAUD Se-Kabupaten Bungo

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle transjambi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    TJNEWS,Bungo -Kurikulum Merdeka Belajar mendorong para pendidik anak usia dini untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam proses belajar mengajar. Hadirnya berbagai aplikasi desain yang dapat diakses oleh siapa saja juga dapat membantu para pendidik untuk menciptakan karya dan media belajar sesuai dengan kreatifitasnya sendiri. Meski demikian belum semua pendidik anak usia dini sudah memiliki bekal pengetahuan yang […]

  • Relawan UMKM Bergerak, Feby: Bersama Dedy-Dayat UMKM Naik Kelas

    Relawan UMKM Bergerak, Feby: Bersama Dedy-Dayat UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle transjambi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Tjnews,Muara Bungo – Dukungan politik dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir kepada pasangan cabup-cawabup Bungo nomor urut 1, H Dedy Putra, SH,.M.Kn dan Tri Wahyu Hidayat (Dedy-Dayat). Kali ini dukungan dari para Relawan UMKM Bungo Baru yang menyatakan kesiapannya untuk total bergerak merangkul para pelaku UMKM se Kabupaten Bungo bersatu memenangkan Dedy-Dayat. Bukan tanpa alasan, […]

  • Gubernur Jambi Al Haris Panen Perdana Melon Premium di Tanjung Jabung Timur

    Gubernur Jambi Al Haris Panen Perdana Melon Premium di Tanjung Jabung Timur

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle transjambi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Tjnews,Rantau Rasau  – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., melaksanakan Panen Perdana Melon Premium di Screen House Modern Holtikuktura, bertempat di Desa Tri Mulya, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sabtu (17/05/2025) siang. Setelah melakukan panen buah melon, Gubernur Al Haris juga melakukan dialog bersama kelompok tani sekaligus memberikan tambahan mesin pengurai […]

  • Prestasi Membanggakan Team Ahenk 125 Bungo Selalu Juara di Stiap Event Grass Track ,,Team Ahenk 125 Juga Menyayangkan Tidak Adanya Regulasi Dari IMI Jambi Terkait Perlombaan Kelas Yang Dijuarakan

    Prestasi Membanggakan Team Ahenk 125 Bungo Selalu Juara di Stiap Event Grass Track ,,Team Ahenk 125 Juga Menyayangkan Tidak Adanya Regulasi Dari IMI Jambi Terkait Perlombaan Kelas Yang Dijuarakan

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle transjambi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Tjnews,BUNGO – Seperti yang kita ketahui dunia otomotif sangat menyita perhatian khalayak ramai, tak pandang usia tua muda pun tertarik untuk mengikutinya mulai dari balap motor sampai Balap mobil. Tak terkecuali salah satu team Grass Track yang ada di kabupaten Bungo, yang sudah sangat dikenal tak cuma dari segi pembalapnya tapi juga dari segi prestasi […]

expand_less